7 Hal Yang Harus Diperhatikan Saat Membawa Anak Liburan

shaqxomera
SHAQ X OMERA

Mengajak serta buah hati pergi berlibur itu memang susah-susah sulit. Harus siap repot, terlebih jika si anak belum bisa bicara sehingga mengutarakan segala rasa dan keinginannya dengan jalan menangis. Lapar nangis, haus nangis, ngantuk nangis. Harus mempersiapkan segala sesuatu dengan matang, mulai dari tempat liburan, jadwal selama liburan, dan barang-barang yang harus dibawa.

Lantas, apa saja yang harus diperhatikan sebelum membawa si kecil berlibur? 

PASPOR

Paspor diperlukan jika tujuan liburannya adalah ke luar negeri, bukan ke Bekasi atau ke Singaparna. Mengapa paspor penting, karena jika saat di imigrasi yang kita serahkan buku cicilan Adira, selain malu,  liburan akan batal seketika. Pastikan juga paspor disimpan ditempat yang mudah dijangkau.

Ada cerita menggelitik tentang paspor. Saat tiga tahun lalu berkesempatan liburan ke Macau, rombogan kami masuk casino. Teman-teman yang lain bisa masuk casino tanpa hambatan. Saat istri saya hendak masuk, dia dicegat oleh petugas di pintu masuk. Ternyata si petugas meminta istri saya memperlihatkan paspor, karena mungkin dilihat dari wajah, wajah istri saya masih terlihat di bawah umur untuk masuk ke tempat seperti itu.

Baca juga: Cerita Paspor

OBAT-OBATAN

Seperti yang pernah saya tulis di sini, beberapa hari sebelum berangkat ke Singapura, Shaqil demam. Belum lagi anak teman rombongan yang juga demam tinggi yang membuat kondisi fisiknya tak 100% saat berangkat, yang membuat kami berdua semakin berhati-hati jangan sampai obat-obatan Shaqil tertinggal. Satu tas kecil kami bawa yang isinya mulai dri Parasetamol, termometer, anti diare, dan multivitamin.

Bagi anda yang memiliki anak yang tergolong jarang sakit, tak ada salahnya membawa obat-obatan, minimal obat penurun panas dan anti diare. Karena tak lucu jika anda ke Singapura dengan daftar tempat liburan yang sudah disusun sedmikian rupa, harus bertambah dengan Rumah Sakit Mount Elizabeth. Makin tak lucu, menjurus malu, jika saat datang ke bagian administrasi kita berbisik, “bisa pake BPJS?”.

Baca juga: Banyak Drama Menuju Singapura

PAKAIAN

Hal pertama yang harus diperhatikan soal pakaian adalah kemana tempat liburan yang akan dituju. Karena pakaian ke pantai akan berbeda dengan pakaian ke gunung. Jangan sampai menggunakan sandal jepit ke gunung atau sebaliknya, memakai syal dan mantel ke pantai. Setelah itu berapa lama waktu liburannya. Jangan sampai liburan satu bulan tapi hanya membawa tiga pasang baju. Atau sebaliknya, liburan cuma dua hari, tapi baju yang dibawa nyampe dua koper. Mau liburan, apa laundry?

OMERA KIDS

Instagram: @Omera.kids

Website: Omerakids.com

Facebook: Omera Kids

Twitter: @omera_kids

MAINAN FAVORIT

A photo posted by gangan januar (@gangan_januar) on

Siang menjelang sore terutama jika matahari sedang galak-galaknya adalah saat yang tepat bagi anda yang berlibur membawa sang buah hati untuk was-was. Dalam kondisi ini, anak biasanya sudah mulai capai dan jenuh. Dibawa istirahat nangis, dibawa jalan apalagi. Disinilah mainan favorit memegang peranan yang sangat penting. Jenis mainan yang diberikan bisa berwujud barbie, jika anak perempuan, mobil-mobilan atau robot untuk anak laki-laki. Atau jika anak sudah mengenal gadget, bisa diberikan permainan-permainan yang ada dalam ponsel, atau menonton di YouTube. Tontonan yang sesuai usianya tentunya, karena walaupun dalam kondisi seperti itu (anak rewel saat liburan) YouTube lebih dari TV, jangan sampai anak menonton ganteng-ganteng sakit. BOOM!

SUSU

Untuk anak yang masih menerima full ASI, faktor susu ini mungkin tak terlalu merepotkan. Anak bisa disusui kapanpun dimanapun, asal memungkinkan, tentunya. Lain halnya jika susu formula sudah mengambil alih peran ASI, apapun penyebabnya. Banyak hal yang harus menjadi perhatian. Mulai dari susu itu sendiri, yang kalengnya selain membuat berat, juga membuat sempit koper atau tas di kabin. Belum lagi dot, termasuk juga sikat dan cairan jika anda sangat mendewakan higiene. Jangan Lupakan perkara termos.

Saat liburan kemarin, kami memutuskan untuk tidak membawa susu berserta kalengnya, tetapi dengan memindahkannya ke plastik-plastik kecil yang isi satu plastiknya untuk satu porsi. Termos kecil juga kami bawa dengan air panas yang kami isi tiap berangkat pagi dari hotel. Saat isi termos habis dan kami belum berniat pulang ke hotel, kami memberikan Shaqil susu dengan air yang berasal dari air kran siap minum yang tersebar di beberapa tempat wisata di Singapura. Membeli air mineral menjadi prioritas terakhir karena harganya yang diluar nalar. Hehehe.

Baca juga: Shuma, Termos Penuntas DramaThe Power Of Serat Pangan

STROLLER

20160409_1231491

Karena tiket ke Singapura ini sudah dipesan jauh-jauh hari, kami, saya dan istri, menyicil sedikit demi sedikit perlengkapan yang akan kami bawa, terutama perlengkapan Shaqil. Salah satu yang kami beli sejak awal adalah stroller. Namun, beberapa hari menjelang keberangktan, kami dibuat bingung saat mendapat kabar dari teman rombongan yang juga membawa anak. Dia membawa stroller, namun bukan membawa stroller pribadi, melainkan menyewa.

Yang membuat kami bingung adalah berat dari stroller sewaan itu hanya 1 kg lebih sedikit, juga dengan ukuran yang lebih kecil, bisa dilipat pula. Sementara stroller milik kami mencapai 5 kg!. Setelah mendiskusikan, mengatur kembali barang bawaan, dan mempertimbangkan berbagai hal, akhirnya kami membawa stroller pribadi walaupun dengan risiko memakan banyak kapasitas bagasi. Risiko yang akhirnya menjadi tak seberapa jika melihat manfaat yang didapat. Kami masih menikmati belanja di Bugis, berdesakan di MRT dengan kondisi Shaqil tertidur pulas di stroller.

MEMORI TELEPON

Sebetulnya, tak membawa anak pun memori telpon menjadi satu hal yang patut diperhatikan. Tapi pengalaman saat ke Singapura kemarin, saat melihat hasil foto, 8 dari 10 foto yang diambil adalah foto Shaqil. Maksud memori telepon di sini adalah ruang yang masih kosong untuk menyimpan foto-oto yang diambil. Tak lucu kalau sedang asyik memotret ternyata memori habis.

Yang pertama saya siapkan saat itu adalah memindahkan foto-foto yang ada di ponsel. Karena ponsel saya sudah mendukung USB OTG (on the go), maka tak lupa saya membawa USB adaptor dan beberapa flash disk kosong sebagai antispasi jika memori telepon habis, bisa langsung saya pindahkan ke flash disk.

Itulah 7 hal yang harus diperhatikan saat membawa anak liburan berdasarkan pengalaman. Kalau ada tambahan atau mungkin sanggahan, silakan tulis di kolom komentar.

 

4 thoughts on “7 Hal Yang Harus Diperhatikan Saat Membawa Anak Liburan

  1. Perlu membawa memori telepon yang kapasitas besar, kang. Supaya nanti gak menyesal nangis bombay kalau sudah balik dari liburan ke luar negeri foto-fotonya dikit amat, 🙂

Komentar