7 Reuni Yang Tertunda

sumber: klik gambar

Enam pertandingan sudah dijalani ke-32 kontestan Liga Champions Eropa 2016/2017. Artinya 16 slot babak gugur telah bertuan. Spanyol mengirimkan empat duta di 16 besar. Real Madrid, Atletico Madrid, Barcelona, dan Sevilla. Lolosnya Sevilla juga berarti Liga Europa bakal memiliki juara baru setelah tiga edisi berturut-turut selalu dimenangi tim asal Andalusia ini.

Dibawah Spanyol ada Inggris dan Jerman yang masing-masing mengutus tiga wakil. Kiprah Arsenal, Manchester City, dan Leicester City tak mampu diikuti oleh Tottenham Hotspur, yang kalah saing dengan Monaco dan Bayer Leverkusen. Tottenham akan melanjutkan petualangan di Liga Europa. Borussia Moenchengladbach menjadi satu-satunya wakil Jerman yang gagal lolos dari fase grup. Thorgan Hazard dkk. harus puas finis di posisi 3 dibawah Barcelona dan Man. City. Sama seperti Spurs, Moenchengladbach akan berlaga di Liga Europa.

Enam jatah sisa dibagi rata pada tiga negara yang masing-masing mengirim dua wakil. Portugal memiliki Benfica dan FC Porto yang sama-sama lepas dari grup dengan status runner up. Lain cerita dengan Italia yang meloloskan Juventus dan Napoli sebagai raja dari masing-masing grup. PSG dan Monaco mewakili Perancis dalam memeriahkan fase gugur.

Pengundian babak gugur ini akan dilakukan Senin mendatang. Hal yang sering disinggung jelang pengundian babak gugur ini adalah reuni seorang pemain dengan klub atau pelatih lamanya. Seperti Mario Mandzukic yang kemungkinan bertemu Bayern Munchen, Lucas Digne dengan PSG, Edinson Cavani dengan Napoli, atau Higuain dengan Real Madrid. Atau dua klub yang terlampau sering dipertemukan dalam babak gugur. Musim ini, kans Arsenal kembali bertemu dengan Bayern Munchen terbuka setelah tim asal Jerman tersebut finis di peringkat dua klasemen akhir.

Selain kemungkinan reuni, ada juga pemain yang harus menunda rasa rindu bertemu klub lamanya, setidaknya di babak 16 besar ini. Alasan dari tertundanya reuni ini semua sama, karena tim mereka sama-sama menjadi juara grup, atau dua-duanya runner up. Siapa saja mereka yang harus memendam rindu?

 

Angel Di Maria (eks Real Madrid)

Pria dengan perawakan kurus ini megawali karir eropanya bersama klub Portugal, Benfica. Pada 2010, Real Madrid mengangkutnya ke Bernabeu dan bertahan selama lima musim sebelum bergabung dengan Manchester United. Ia juga bagian dari tim Real Madrid saat memenangi La Decima. Jika diperhatikan, karirnya mirip dengan David Beckham yang juga pernah berseragam Real, United, dan PSG.

Alexis Sanchez (eks Barcelona)

Alexis Sanchez mungkin menjadi salah satu pemain yang beruntung karena sebelum hijrah ke Arsenal, hampir semua gelar permnah ia menangi bersama Barcelona, termasuk Piala Dunia antar klub. Hanya trofi Liga Champions yang belum ia miliki. Beda tipis sama Gerrard lah, ya.

Iker Casillas (eks Real Madrid)

Sat dari sekian banyak legenda Real Madrid yang terbuang. Atau (mungkin) dibuang. Menyusul Raul Gonzalez, Vicente Del Bosque, dll. Prestasi Casillas amat luar biasa. ia memenangi semua gelar bergengsi. Dari La Liga hingga Liga Champions. dari Euro hingga World Cup. Kini, di sisa-sisa karirnya, ia bermain untuk FC Porto.

Pep Guardiola (eks Bayern Munchen)

Sebetulnya, Pep bisa dimasukkan ke dalam kelompok yang bereuni karena pada fase grup lalu, ia harus menghadapi Barcelona, klub yang membesarkan namanya, sebagai pemain, juga pelatih. Sebelum ke Manchester City, ia menerima pinangan Bayern Munchen. Kata teman saya di grup WhatsApp, prestasi Pep di Munchen itu biasa-biasa aja. Karena kalau hanya bawa juara Bundesliga doang mah, Felix Magath juga bisa. Begitu katanya.

Renato Sanches (eks Benfica)

Jika ajang Piala Eropa atau Piala Dunia biasa digunakan pemain sebagai ajang “menjual diri”, Renato Sanches tak harus melakukan itu. Karena sebelum EURO 2016 berlangsung, nasibnya telah ditentukan. Ia sudah dipinang raksasa Jerman, Bayern Munchen. Gelar Pemain muda terbaik yang disabetnya menjadi bukti bahwa Munchen tak salah merekrutnya.

Unai Emery (eks Sevilla)

Aktor utama dibalik gagalnya Benfica (2014), Dnipro (2015), dan Liverpool (2016) meraih gelar Liga Europa. Musim ini, mantan pelatih Spartak Moscow itu menerima pinangan PSG. Bebannya lumayan besar mengingat Laurent Blanc meninggalkan klub dengan torehan empat gelar dalam satu musim.

Samir Nasri (eks Manchester City)

Mengutip dari blog laligaindonesia.wordpress.com, “Jika bagi Torino Joe Hart disebut-sebut ibarat Rolls Royce, maka Samir Nasri mungkin ibarat Porsche bagi Sevilla. Porsche yang pernah rusak bekas tabrakan, tapi sekarang kembali mulus dan berperforma bagus. Ya, Nasri memang sedang menikmati kebangkitan di Sevilla setelah lama dibekap cedera di klub lamanya, Manchester City. Di bawah arahan pelatih Jorge Sampaoli, pemain berusia 29 tahun ini diberi peran bebas di lini tengah Sevilla, dan Nasri sama sekali tidak mengecewakan.”

Morgan De Sanctis (eks Napoli)

Jam terbangnya dalam menjaga gawang cukup tinggi. Ia telah merasakan liga di empat negara berbeda. Sekarang, De Sanctis berlaga di Liga Perancis, mencoba bersaing dengan kiper yang telah lama mejaga gawang AS Monaco, Danijel Subasic.

 

Ada lagi pemain atau pelatih yang harus menunda reuninya di Liga Champions musim ini? Tulis di kolom komentar ya 🙂 <<<<< Berasa Malesbanget.com, ya 😀

2 thoughts on “7 Reuni Yang Tertunda

  1. Seru nih menanti undian yang terlambat ini. Selama ini, kamis selesai fase grup, jumat sore sudah diundi siapa ketemu siapa. Rupanya presiden baru uefa pengen bikin kebijakan yang baru juga, kayak mentri di Indonesia aja, hehehe…

Komentar