Menjadi Sampah

Hari ini saya ikut menghadiri sebuah dialog yang diadakan oleh salah satu NGO lokal untuk kebutuhan programnya. Dialog tersebut dihadiri oleh beberapa staff dari dua NGO yang berbeda, PD Kebersihan dan bapak pengangkut sampah yang berjumlah 9 orang. Saya tertarik ketika menyimak "suara-suara" yang dikemukakan oleh bapak petugas pengangkut sampah yang tersebar di beberapa RW … Continue reading Menjadi Sampah

Wisata Petualangan Di Sekitar Denpasar

Siapa yang gemar berpetualang? Rasanya hampir semua orang suka. Menikmati pemandangan alam, berselancar, caving, mencoba bungee jumping atau dilempar slingshot rasanya, tentu wow. Penikmat wisata adrenalin tentu mengacungkan jempolnya. Rasa lelah setelah berpetualang, akan terbayar dengan rasa puas. Capek yang didapat, terobati dengan terapi pijat dan spa serta istirahat di kamar yang nyaman di Ayana … Continue reading Wisata Petualangan Di Sekitar Denpasar

Ketika Menjadi Dewasa, Jatuh Cinta Ataukah Jatuh Hati?

Menjadi single atau bahkan bisa dibilang single tulen (ibu saya sangat melarang menggunakan istilah Jo**lo , karena menurutnya istilah atau penggunaan kata itu seperti doa atau boleh dikatakan sebuah curse bagi seorang untuk tidak berpasangan atau dengan kata lain “Gak laku-laku neyh yeee”) amat tidak mudah. Tidak mudah disini maksudnya ialah, tidak mudah membuat seorang … Continue reading Ketika Menjadi Dewasa, Jatuh Cinta Ataukah Jatuh Hati?

Delusi Para Jomlo

Badan sintal, muka imut, mata yang menarik hati.. oh my god, betapa lihainya para produser dan talent agent memasang wajah-wajah imut itu di televisi. Setiap detik dan menitnya wajah-wajahnya menghiasi layar kaca, bahkan hingga beratus-ratus kali dalam satu minggu. Dan tentu saja sebuah strategi yang jitu untuk pemasaran di televisi. Keuntungan untuk masing-masing pelakunya. Pemasar, … Continue reading Delusi Para Jomlo

Eksmud Dan Bang Kesmod

Sebut saja namanya Bang Kesmod. Malam-malam ia mengantarkan seorang karyawan yang terlihat seperti eksmud dari kantornya yang berada dibilangan Jakarta Pusat, menuju rumah si eksmud yang berada di Jakarta Selatan. Usai menunaikan tugasnya, si eksmud menyerahkan tiga lembar uang sepuluh ribu kepada Bang Kesmod. Ada satu yang berkesan dan menancap dari pikiran si eksmud itu. … Continue reading Eksmud Dan Bang Kesmod

Hulurasa

SEJARAH (1) Namaku reto, aku sedang berdiri di depan jurang dan melihat langit untuk melihat kebenaran, tapi apa sebenarnya kebenaran itu.. hanya langit yang aku harapkan bisa menjawabnya. Ayahku sering berkata, "kebenaran hanya bisa kau rasakan, coba lah untuk melihat dengan hatimu anakku" akupun belum mengerti apa itu. Kebenaran itu terasa sulit dipahami apabila kebenaran … Continue reading Hulurasa