Banyak Drama Menuju Singapura

IMG_20160408_075404-1

Jika peribahasa legendaris berbunyi, banyak jalan menuju Roma, maka persiapan perjalanan kami ke Singapura kemarin layak diberi titel, Banyak Drama Menuju Singapura. Apa saja? Sebelumnya, demi menjaga kerahasiaan, semua nama dalam tulisan ini bukan nama sebenarnya, kecuali nama saya, anak dan istri saya.

BATAL BERANGKAT KARENA PUTUS

Rombongan liburan kali ini terdiri dari berbagai macam latar belakang. Beberapa berangkat bersama keluarga, beberapa lagi mengajak si cinta yang belum diajak ke KUA. Singkat cerita, tiket pulang pergi Bandung-Singapura sudah dipesan. Tiba-tiba kabar mengejutkan datang. Kisah asmara Ani dan Dinur, salah dua anggota tur , kandas. Kebingungan melanda mereka berdua. Melanjutkan liburan bersama walau sudah tak ada cinta, atau membatalkan keberangkatan dengan mengorbankan cinta yang lain (baca: uang). Pada akhirnya, hanya Ani yang tetap berangkat. Cinta.

BATAL BERANGKAT KARENA ORANG TUA SAKIT

Keberangakatan tinggal menyisakan hitungan minggu. Semua biaya mulai dari tiket pesawat, hotel, sampai tiket masuk Universal Studios sudah dibayar. Kami semua tinggal duduk manis menunggu hari H. Sampai pada suatu hari, Nita, salah satu anggota tur mengabarkan bahwa dia batal berangkat, dengan alasan mertuanya sedang sakit. Karena Nita ini rekan kerja istri saya, maka istri saya bergerak cepat dengan menghubungi yang bersangkutan agar mempertimbangkan kembali keputusannya. Selain karena akan mengurangi keseruan liburan, juga biaya yang telah dibayarkan tak bisa kembali. Dan itu jumlahnya tak sedikit. Pasalnya, jika Nita batal berangkat, maka keluarganya yang ikut serta dalam rombongan ini juga otomatis batal. Setelah mempertimbngkan berbagai macam hal, akhirnya dia memutuskan bahwa keluarga lebih penting dari materi yang masih bisa dicari.

SHAQIL CACAR

Dua minggu sebelum hari H, Shaqil demam. Kami langsung memberikan obat penurun panas, yang  tak seperti demam yang dulu, kali ini kami siapkan di kotak P3K. Sorenya, saat pulang kerja, kami langsung membawa Shaqil ke dokter lantaran demamnya tak kunjung reda, diperparah dengan munculnya bintil-bintil di area sikut. Yang kemudian meluas ke daerah tangan, perut, dan (maaf) pantat.

Dokter meresepkan parasetamol, asiklovir, dan salisil talk agar bintilnya tidak pecah. Secara rutin kami memberikan Shaqil obat-obat tersebut, dan secara perlahan bintil-bintil yang “menghiasi” kulit Shaqil menghitam untuk kemudian menghilang. Cacar hilang, liburan tenang.

NYARIS BATAL BERANGKAT KARENA ANAK SAKIT

Beberapa hari sebelum keberangkatan, datang masalah lain yang tak kalah pelik. Ale, anak dari Anti mendadak demam tinggi. Karena waktu keberangkatan yang semakin mendekat dan kekhawatiran Ale terkena cacar seperti Shaqil, Anti langsung membawa Ale ke dokter untuk langsung dilakukan pemeriksaan lab. Walaupun akhirnya demam Ale bukan awal dari cacar dan Ale tetap berangkat, kondisi Ale tidak 100%.

SLAVINA ATAU SLAPINA?

Sebetulnya ini masalah minor, tapi tetap bikin was-was. Intinya, ada ketidakcocokan antara nama di paspor dengan nama yang tertera pada tiket. Di paspor tertulis Slapina, sementara di tiket namanya Slavina.  Namun ketenangan didapat setelah pihak travel, yang mendapat info dari website airlines yang bersangkutan, mengonfirmasi bahwa biasanya kesalahan 1-3 huruf tak menjadi masalah. Aman.

Itulah beberapa drama yang mengiringi persiapan liburan kami. Pada akhirnya liburan kami berjalan………… (tunggu cerita liburannya).

Komentar