Delusi Para Jomlo

img_20160915_070225

Badan sintal, muka imut, mata yang menarik hati.. oh my god, betapa lihainya para produser dan talent agent memasang wajah-wajah imut itu di televisi. Setiap detik dan menitnya wajah-wajahnya menghiasi layar kaca, bahkan hingga beratus-ratus kali dalam satu minggu. Dan tentu saja sebuah strategi yang jitu untuk pemasaran di televisi. Keuntungan untuk masing-masing pelakunya. Pemasar, pengiklan dan modelnya. Tapi bagiku bisa jadi sebuah trik-trik semu yang berhasil mengawangkan fantasi visual dan realita yang melihatnya.

Bayangkan ilusi semu itu menjadi sebuah realita yang ada dalam benak setiap jomloan maupun jomlowati. Seakan-akan wajah-wajah imut dari iringan iklan itu salah satunya bisa menjadi jodoh mereka kelak. Isu ilusi visual yang tentunya bukan hanya ekpektasi atau ramalan atau terkaan tapi sungguh mengena adanya. Bagi beberapa orang, mungkin hal itu menjadi sebuah lelucon atau teori yang tidak terfaktakan atau terlalu kekanak-kanakan.

Delusi, membuat delusi untuk para individu yang memiliki proses cerna dan filter media yang lemah ialah sangat mudah. Teori kultivasi memang benar-benar bukan hanya sebuah teori tapi telah menjadi sebuah realita yang harus ditelisik dan kritisi lebih jauh. Film, musik, dan media apapun itu mampu membuat efek kultivasi yang luar biasa. Efek itu bisa jadi hal yang positif, dengan efek berkelanjutan ialah memotivasi secara positif dan merangsang kreatifitas dan warna pemikiran. Efek positif bisa menjadi hal yang baik, namun akumulasi dan efek bias yang berangsur secara terus menerus akan menjadi sebuah dampak yang tidak terlihat.

Seperti karsinogen yang secara terus menerus tercerna tanpa disadari oleh pengkonsumsi, hingga para ilmuwan titisan yang maha kuasa berdeklarasikan bahwa beberapa beberapa dari zat-zat tertentu ialah bisa menjadi berbahaya karena menyebabkan cancer. Seperti itulah kadang-kadang para model model imut tayangan iklan-iklan komersial. Kadang sangat adiktif, delusional hingga karsinogen.

                                              ××××

Penulis: Khairil Imam

Twitter: @ka_hairil

Instagram: @ka_hairil

Ingin menulis di #TamuHariRabu? Klik gambar di bawah ini

Tamu Hari Rabu
Tamu Hari Rabu

Komentar