Mari Belajar

Dunia ini adalah sarana belajar.

Dari notaslimboy.com saya belajar membuat tulisan yang sarat kritik.

Dari AADC2 saya belajar ikhlas menerima kenyataan absennya Ladya Cheryl.

Dari nuelandreas.wordpress.com saya belajar bagaimana membuat tulisan yang jenaka.

Dari Rhoma Irama saya belajar untuk lebih hati-hati dalam membuat nama, logo dan slogan partai politik.

Dari fakhrurrojihasan.wordpress.com saya belajar bagaimana membuat tulisan dengan perspektif yang berbeda.

Dari Farhat Abbas saya belajar bagaimana menggunakan twitter dan menggunakan mulut dengan baik.

Dari andhikamppp.com saya belajar membuat tulisan yang mengalir dan bisa menjelaskan suatu hal secara rinci.

Dari Rasyid Rajasa saya belajar bagaimana tip dan trik nabrak orang tanpa dihukum.

Dari menujurumah.wordpress.com saya belajar membuat tulisan yang kaya diksi.

Dari Andhika (eks) Kangen Band saya belajar bagaimana memelihara serigala. Dua Ekor. Empat buah.

Dari backpackstory.me saya belajar membuat tulisan yang serius tapi dibaca sambil senyum-senyum.

Dari Liverpool saya belajar sabar, ikhlas dan lapang dada.

Dari panditfootball.com saya belajar membuat tulisan dengan kualitas dan kuantitas yang berjalan beriringan.

Dari Mz Anang saya belajar. Apa? Hak-hak apa? Kenapa itu? Apanya? Maksudnya?

Mari belajar 🙂

16 thoughts on “Mari Belajar

    1. Karena pekarya yang baik lebih dikenal lewat karyanya 😀
      Hayu, tapi masih bingung konsepnya mau gimana, mau twitter atau WA? klo WA teh suka bingung, gk bisa basa-basi klo ada topik 😀

      1. hahaha .. enaknya mah via chat group dlu, tapi iyaa sih, kadang susah basbisbus, kecuali awalnya ada tahapan perkenalan + ada kopdar nantinya

        urang lagi mau bikin pages kaya pages “inspirasi” di blog kamu ini.

        kali aja dari situ jaring “temen” lagi yaa ??

  1. Ngomongin soal panditfootball.com, kadang mereka terlalu memaksakan diksi, yang jadinya malah terdengar aneh.. ya namanya juga bola, mau ‘disastrakan’ ya ngga selamanya cocok, heheheheeh

Komentar