#NotSoSpecial

Daya magis Bunda Dorce amat kentara dalam show ini. Sedikit saja Gilang Bhaskara menyinggung tagline acara Dorce Show, seketika sound system terganggu. Hingga harus mengerahkan seorang ninja untuk mengatasi masalah tersebut. Selesai dengan sound system, masalah lain muncul saat ada balita (nyaris) menangis ditengah show, yang membuat si ibu harus meninggalkan ruangan merelakan show.

Sebelum melanjutkan menuliskan penampilan Gilang Bhaskara, terlebih dulu saya menyinggug sedikit para opener show tersebut. Kamal Ocon, Tama Randi, dan Guzman Sige. Melihat nama-nama yang disebut, saya menempatkan ekspektasi saya di titik nol. Kamal, yang beberapa kali saya lihat penampilannya dalam ajang SUCI 6, tidak begitu lucu. Dua nama terakhir, malam itu adalah kali pertama saya melihat mereka stand up.

Yang terjadi kemudian, penampilan ketiga opener diluar dugaan saya. Kamal tampil keren dengan bahasan politiknya. Kamal juga sempat “menyinggung” Pandji, yang bersama istrinya, hadir ditengah penonton. Lalu Tama yang di awal agak seret tawa, sukses membuat pecah lewat tema kebrengsekkan dirinya saat muda dulu. Opener terakhir, Guzman Sige, yang baru saya tahu dia adalah ketua komunitas Stand Up Indo Bandung, bahkan mendapat standing applause, yang membuat beban Gilang menjadi berat.

Kembali ke show utama. Seperti yang sudah ditulis di paragraf pertama, acara sempat terganggu sound system yang berdengung. Namun, gangguan tersebut adalah kelucuan tambahan bagi kami. Bagaimana seorang kru bak ninja menaiki panggung, bagaimana Gilang mengalihkan perhatian lewat trik ‘burung pengalih perhatian’, juga celetukan dia ‘padahal Gue bayar lho’, lengkap dengan gestur grogi.

Secara umum, dalam acara #NotSoSpecial yang digelar di gedung IFI tersebut, Gilang banyak membahas keresahannya sebagai si nyaris juara, alias juara dua dalam ajang Stand Up Comedy Indonesia Season 2. Keresahan yang dikembangkan dengan baik kedalam bit ‘Mio Z’, dan ‘orang kedua di bulan’.┬áHal-hal yang sedang tren, seperti mobil LCGC, dan stiker mobil, juga dibawakan secara keren oleh Gilang.

Isu-isu agama juga hadir dalam show tersebut. Ia membuka ‘bit agama’ dengan agamis, mengucapkan terima kasih kepada teman-teman Nasrani karena menyempatkan ┬áhadir walaupun hari sebelumnya adalah hari besar bagi mereka. Setelahnya, kita semua “menertawakan agama”, tanpa sedikit pun ada rasa tersinggung. Dalam bit tentang agama ini, ada salah satu yang menjadi favorit saya. Gilang bercerita tentang lingkaran pertemanannya di kampus yang tak bisa ia bawa ke surga kelak, karena mereka semua Kristen. Ini lucu. Sangat lucu. Di rumah, saya mencoba membawakan bit ini di depan istri saya, dan responnya jika dikonversi ke dalam tulisan adalah ‘ha’. Sedih.

Menjelang akhir, saya mulai menerka-nerka akan menutup dengan bit apa show keren ini. Materi tentang netizen menjadi awal dari akhir show. Muncullah bit ‘neraka untuk netizen’ yang sukses membuat penonton berdiri bertepuk tangan, juga membuat Pandji berdiri ingin cepat pulang :).

Komentar