Raphael Maitimo

sumber: GOAL

Ada julukan baru untuk Persib Bandung musim ini. Persib Galacticos. Setidaknya itu menurut teman-teman Dedi Kusnandar di Sabah FA, klub yang pernah dibelanya sebelum kembali ke Bandung.  Julukan tersebut datang bukan karena kumis Wa Haji yang ciamik, melainkan aktifitas Persib di bursa tranfer musim ini. Dari beberapa pemain yang mendarat, tiga nama menjadi sorotan. Michael Essien, Carlton Cole, dan Raphael Maitimo.

Essien menjadi nama pertama yang didatangkan. Pemain yang pernah mencicipi rumput piala dunia ini diperkenalkan bertepatan dengan hari ulang tahun Persib ke-84. Menyusul kemudian Carlton Cole, yang entah kebetulan atau tidak, pernah merumput bersama Chelsea, sama seperti Essien.

Pemain terakhir, Raphael Maitimo pun ramai diperbincangkan. Di Twitter, sempat mucul tagar #TolakMaitimo. Penolakan yang mucul karena sudah sesaknya posisi gelandang di Persib. Namun, tak sedikit yang menganggap penolakan tersebut karena Maitimo pernah membela Arema dan Persija, yang notabene adalah rival panas Persib.

Mengenai hal tersebut, Maitimo menjawabnya dalam sebuah wawancara. Ia menunjukkan rasa hormat terhadap klub-klub yang pernah dibela dan barisan suporter yang pernah mengidolakannya. “Kenapa takut, saya hormat sama Persija. Saya main dua bulan, saya menikmatinya dan saya juga dekat sama Jakmania. Ini sepakbola, target di Persib lebih jelas. Tapi Persija, Arema, PSM, Sriwijaya selalu di hati saya,” jelasnya.

Potongan kalimat tersebut seolah menjelaskan bahwa gelar juara adalah alasan Maitimo berbaju Persib. Ia tidak menjawab, “Persib adalah klub idola saya sejak kecil”. Padahal hal itu bisa saja terjadi, mengingat pada 1995 atau saat usia Maitimo 11 tahun, Persib meraih gelar juara Liga Indonesia. Sebuah alasan kuat untuk megidolakan sebuah klub. Lain kali, Nicolas Otamendi harus belajar banyak dari Maitimo.

2 thoughts on “Raphael Maitimo

Komentar