Rokok, Damri, Dan Vape

sumber: klik gambar

Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin. Saya percaya. Lalu muncul yang terbaru. Peringatan yang lebih seram. Singkat, padat, namun tujuan tak tercapai, yakni, merokok membunuhmu. Saya juga percaya. Namun, penyebab kematian bunuh diri karena pesan WhatsApp-nya hanya ceklis biru dua tanpa balasan dari kekasihnya pun saya percaya. Artinya, yang meninggal karena merokok mungkin banyak, namun penyebab kematian yang sama sekali tak berhubungan dengan rokok pun kemungkinan tak kalah banyak.

Saya tidak merokok pun bukan karena peringatan yang menempel di bungkus rokok. Karena saya yakin, yang merokok akan mati, begitupun yang tidak merokok. Saya tidak merokok karena rasanya nggak enak. Seumur hidup saya, kalau tidak salah ingat baru sekali saya mencoba merokok. Walaupun asapnya mengganggu, saya tak ada masalah dengan para perokok. Karena sebagaimana saya yang puasa harus menghormati yang tidak puasa. Saya menghargai mereka yang merokok. Teman-teman saya banyak yang perokok. Bapak saya, walaupun tidak sering, juga merokok.

Nah, yang saya sebal dari perokok adalah perokok yang masih merokok tak tahu situasi dan kondisi. Sering saya melihat bapak-bapak merokok sambil menggendong anaknya. Walaupun yang paling menyebalkan tentunya yang merokok tapi koreknya minjem. Yang rokoknya minta? Orang seperti itu harus segera dibumihanguskan.

Dulu saya mengklasifikasi asap rokok itu paling menyebalkan kedua. Setelah asap knalpot Damri. Kini posisinya harus tergeser. Oleh apa? Betul. Asap dari Vape. Vape ini sepertinya memang diciptakan untuk orang-orang yang menyebalkan. Sudah asap yang dihasilkan lebih banyak dari rokok, rata-rata orang yang saya temui ngisep Vape ini lagaknya sok. Bahkan tukang potong rambut langganan saya, sekarang ngisep Vape. Maaf ya Vape garis keras :).

 

 

14 thoughts on “Rokok, Damri, Dan Vape

Komentar