Speaker Dari Mas Didut

sumber: klik gambar

Beberapa hari yang lalu, saya mendapat sebuah paket. langsung saya preteli paket tersebut dan isinya ternyata sebuah speaker hadiah dari kuis di blognya mas didut, blog.didut.net tempo hari. Tak ingin menunggu lama, saya langsung mencoba speaker tersebut dengan memutar satu album dari soundtrack film favorit saya, La La Land. Suara dari speaker yang menggelegar, membuat tetangga saya merasa terganggu, mendatangi rumah saya. Dan saya pun mematikan lagu yang baru memainkan lagu ke 2, Someone In The Crowd.

Paragraf di atas adalah fiktif belaka, karena nyatanya speaker tersebut belum saya terima hingga kini.

Begini ceritanya. 2 januari, Mas Didut menerbitkan sebuah tulisan berjudul 5 Alasan Kenapa Harus ZUK Z1 (+Giveway). Dua alasan saya membaca tulisan itu, karena saya berlangganan blognya, dan karena ada giveawaynya. Tentu. Dengan dilatarbelakangi iseng, saya mengikuti giveaway tersebut, yang hanya harus menuliskan smartphone terbaik tahun 2016. Tanpa berpikir panjang, saya menuliskan ‘Google Pixel’. Beberapa hari setelahnya, giveaway tersebut berakhir dan pemenangnya diumumkan menggunakan undian online, random.

Tiga nama muncul dari hasil pengocokkan online tersebut dan nama saya ada di urutan nomor dua. Sesuai peraturan yang Mas Didut buat, saya mendapat sebuah speaker. 11 Januari, saya mendapat email dari beliau yang berisi pemenang dan alamat kirim. Saya yang awalnya hanya iseng, begitu mendapat info sebagai pemenang, langsung berharap banyak pada speaker tersebut. Hari itu juga, saya langsung membalas email dan mengirimkan alamat untuk pengiriman hadiah.

Hari demi hari berjalan, tak ada informasi lanjutan mengenai hadiah speaker tersebut. Saya yang agak awam masalah per-giveaway-an jadi bertaya-tanya. Berapa lama kah batas pengumuman pemenang hingga hadiah dikirim, bolehkah si penerima hadiah menanyakan haknya, atau bolehkan saya bawa Surat Al-Maidah ke dalam perkara ini?. Masalahnya, dalam rentang waktu tersebut, saya juga sempat ikut beberapa kuis dan beberapa kali menjadi pemenang (tidak terlihat sombong kan?). Contohnya saat saya memenangkan Jam Tangan Matoa Indonesia. Hadiah saya terima selang beberapa hari sejak saya mengirimkan alamat saya.

Tanggal 23 Januari, saya akhirnya memberanikan diri untuk menanyakan hak saya. Hari itu juga beliau membalas email saya yang memberitahukan bahwa speaker memang belum dikirim karena sedang sibuk mengurus kelahiran anak. Mendengar penjelasan tersebut, saya maklum dan tidak menanyakan lagi perihal speaker tersebut. Namun pada 12 Februari Mas Didut mempublikasikan sebuah tulisan baru. Saya berasumsi denga sudah sempat ngeblog, berarti Mas Didut sudah memiliki waktu selain mengurus anak. Akhirnya saya menanyakan kembali kejelasan speaker saya, masih melaui email. Namun kali ini tak ada balasan sama sekali dari beliau.

Lebih dari sebulan berlalu dan belum ada kejelasan mengenai speaker, saya berinisiatif menanyakan kembali melalui email. Sama seperti email sebelumnya, email saya kali ini pun tak berbalas. Bulan April, modus penagihan saya alihkan ke Twitter, kebetulan beliau lumayan aktif di medsos tersebut. Begini isi twit saya waktu itu,

 

Namun yang membalas bukan yang bersangkutan, melainkan orang yang senasib sepenanggunan dengan saya.

 

Keesokan harinya barulah Mas Didut membalas twit saya,

 

Sejak saat itu, ada beberapa kali saya menanyakan kejelasan speaker saya. Namun, twit saya tak pernah dibalas lagi oleh beliau. Padahal kalau saya peehatikan, dalam rentang waktu tersebut beliau beberapa kali ngetwit. Akhirnya, pada 28 April saya putuskan untuk menagih untuk terakhir kalinya. Kalau dibales dan akhirnya speaker dikirim ya Alhamdulillah. Tapi kalau pun tak dikieimi ya sudahlah, belum rezeki saya mungkin.

 

 

Dengan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih Mas Didut untuk speaker yang tak kunjung datangnya. Semoga Mas Didut bahagia selalu 🙂

5 thoughts on “Speaker Dari Mas Didut

  1. Ikut prihatin dengan nasib sampeyan
    Saya gak pernah ngadain GA, tapi saya memberikan hadiah buku secara random bagi siapa saja yang membaca tulisan saya di blog. Kasus yang sering saya temui malah ada orang yang mendapat buku tidak kirim alamat, padahal saya udah minta alamatnya via email.
    Kalau saya ngadain GA dengan hadiah speaker pasti banyak yang minat barangkali, ya. Hehehe…

  2. Wah mulai ada yg curang. Takutnya ditiru bloger lain. Seperti kontes seo yang hadiahnya tidak diserahkan.

    Give away bukannya membuat orang senang malah membuat orang lain bersedih. Sabar mas… Mungkin belum rejekinya.

  3. Wah mulai ada yg main curang dalam dynua pergiveawayan. Takutnya nanti ditiru sama yang lain. Soalnya marak kontes seo penipuan yang hadiahnya juga gak dikirim.

    Ini keterlaluan mas nurut saya. Klo nggak mampu menyelenggarakan give away ya gak usahlah. Soalnya malah bikin sedih orang lain pada akhirnya.

Komentar