Sulit Mengejar Madrid

sumber: klik gambar

Hanya 3 pemain, Corentin Tolisso, Nicolas Pareja, dan Kylian Mbappe yang sanggup membobol gawang Gigi Buffon di Liga Champions musim ini, dari babak penyisihan hingga AS Monaco yang terakhir mereka singkirkan di semifinal. Namun, tembok maha kokoh itu rata tak bersisa saat mereka bermain di Stadion Millennium, Cardiff. Menghadapi Real Madrid pada laga puncak, Juventus yang bisa mengimbangi Madrid pada babak pertama, hancur lebur saat memasuki babak kedua. Casemiro, Ronaldo, Asensio, bergiliran masuk papan skor. Kartu merah Cuadrado seakan membuka lebar gerbang juara Madrid. Skor akhir 4-1 berdampak pada beberapa hal. Double Winner bagi Madrid, menggagalkan treble winner Juventus, dan membuat Inter Milan masih bisa membusungkan dada.

Gelar di Wales tersebut membuat madrid semakin jauh meninggalkan klub lain dari sisi jumlah trofi. Sudah dua belas kali tim ibu kota tersebut mengangkat si kuping besar. Jika pun harus mengabaikan masa lalu dan memulai hitung-hitungan dari era Liga Champions, musim 1993, Madrid masih tetap manjadi yang teratass dengan 6 gelar. Tepat di bawah mereka ada Barcelona dengan dua gelar lebih sedikit dari Madrid.

Dengan nama besar yang dimiliki, ditambah kesempatan mendapatkan trofi yang sangat besar, sangat wajar jika banyak pemain yang berhasrat memiliki ruang ganti di Santiago Bernabeu. Menjadi bagian dari galaksi. Hampir tiap musim Madrid berbelanja pemain dengan nominal yang wah. Beberapa kali rekor dunia mereka ciptakan. Sudah banyak pemain datang dengan harapan karir cemerlang bersama si putih. Ada yang sukses, namun tak sedikit yang layu seperti Odegaard, atau tertidur di Bench seperti Faubert.

Juaranya Madrid di Liga Champions musim ini membawa kabar baik sekaligus kabar buruk. Kabar baiknya, meraih gelar Liga Champions dalam dua musim berturut-turut itu ternyata bukan hil yang mustahal. Kabar buruknya, 12 gelar itu teramat jauh untuk dikejar. AC Milan, pesaing yang paling diandalkan dengan 7 gelarnya, mungkin sudah lupa apa itu Liga Champions.

Komentar