Tak Sampai Lima Menit

Tempo hari saya memenangkan kuis dengan jam tangan sebagai hadiah. Segera saya mengecek harga jam tersebut dan bulat lah niat saya untuk………….menjualnya. Saya foto-foto jam tersebut dari berbagai arah mata angin demi memikat calon tuan baru.

Saya unggah beberapa foto ke beberapa media sosial disertai caption penarik hasrat, berharap jam tersebut segera berpindah tangan. Hari demi hari saya menanti, sebuah panggilan masuk mendarat di ponsel saya. Sumringah, karena jarang terima telepon, saya sangka dia adalah si tuan baru tersebut. Kagetlah saya karena ternyata yang ada di ujung telepon sana adalah perwakilan dari agency yang keberatan instansi mereka yang ada di email, saya tampilkan dalam postingan foto. Akhirnya saya turunkan semua foto jualan tersebut.

Lalu, teman saya menyarankan agar saya menjualnya lewat OLX. Walau tak begitu yakin, akhirnya saya ikuti saran tersebut. Malamnya, saya unduh aplikasi OLX dan langsung membuat akun di sana. Proses pendaftaran mudah dan cepat. Lalu, saya pilih foto-foto terbaik untuk dipajang di OLX, menambahkan informasi-informasi pendukung, hingga akhirnya iklan saya tayang.

Tak sampai lima menit, ada dua nomor tak dikenal mengirimkan pesan singkat, masing-masing dari Palembang dan Bandung. Saya dahulukan yang terdekat, Bandung. Setelah proses tawar-menawar yang sia-sia, akhirnya calon tuan baru ini menyetujui harga yang saya cantumkan di OLX.

Esoknya, kami membuat janji bertemu. Lewat sedikit basa-basi, sukseslah saya menjual barang pertama saya di OLX.

Kini saya percaya dengan tagline mereka, Jual cepat di OLX.

4 thoughts on “Tak Sampai Lima Menit

Komentar